Ada Intervensi Inggris dalam Serangan Ribuan Drone Ukraina ke Moskow
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa Inggris akan menghadapi konsekuensi jika terus memasok drone yang digunakan Ukraina dalam serangan jarak jauh ke wilayah Rusia. Moskow menuduh Ukraina menargetkan infrastruktur sipil dan melancarkan serangan tanpa pandang bulu yang menewaskan warga sipil. Menurut laporan Sunday Times, drone buatan BAE Systems dan perusahaan Inggris lainnya telah digunakan dalam berbagai serangan selama enam bulan terakhir, termasuk serangan terhadap kilang minyak di Volgograd dan Yaroslavl. Drone yang dilaporkan digunakan mencakup Nyan, drone bertenaga jet yang diproduksi oleh anak perusahaan BAE Systems.
Perdana Menteri Andy Burnham menegaskan bahwa Inggris akan terus mendukung Ukraina sepenuhnya. "Kami bukan teman yang hanya ada saat situasi baik; kami akan hadir saat Ukraina membutuhkan," ujarnya sebagaimana dikutip BBC. Dalam komentarnya, Lavrov menyampaikan pesan kepada Inggris bahwa dukungan tak terbatas mungkin tidak bijak, sambil menyatakan belas kasihan atas kemungkinan kesungguhan dukungan Inggris kepada Ukraina hingga akhir konflik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 04.37
Inggris Janji Dukung Ukraina 100 Persen Usai Diancam Rusia Soal Serangan Drone
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 21.10
Rusia Murka! Warning Inggris Akan Bayar Mahal, Ada Apa?
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.10
Serangan Drone Rusia Hantam Bus di Ukraina, 4 Orang Tewas
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.42
Keji! Drone Israel Hantam Kafe di Gaza, 6 Orang Tewas Termasuk Bocah
Berita terkait
Moskow Murka Drone Buatan Inggris Hantam Rusia: 'Mereka Akan Bayar Mahal!'
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 09.22
Zelensky: Jual 10% Rudal Patriot AS ke Ukraina, Maka Kami Hancurkan Seluruh Misil Rusia!
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 12.59
Zelensky: Rusia Kembali Gunakan Rudal Korut untuk Membunuh Warga Ukraina
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 15.31
Rusia Siapkan Infrastruktur Drone di 35 Wilayah hingga 2030
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 19.08