Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nahdiyin Ingin Pemimpin PBNU Mendatang Independen dari Kekuasaan dan Responsif Gender

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), tokoh dan aktivis NU menekankan pentingnya melahirkan kepemimpinan PBNU yang independen, berintegritas, dan terbebas dari pengaruh politik praktis. Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, Taufik Damas, menyatakan bahwa kepemimpinan baru harus menjaga jarak ideal dari lingkaran kekuasaan agar dapat tetap beradvokasi secara optimal bagi masyarakat akar rumput seperti petani, nelayan, dan pedagang kecil. Menurutnya, NU tidak boleh menjadi juru bicara presiden, dan kedekatan dengan penguasa harus dibatasi. Survei Alvara Research Center akhir 2025 menunjukkan bahwa potensi nahdiyin mencapai 140 juta jiwa, sehingga angka besar ini tidak boleh dijadikan alat tawar untuk meraih jabatan pemerintahan. Taufik juga mendukung larangan rangkap jabatan bagi para pengurus harian PBNU.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait