Naik Pesawat ke Papua Sampai Rp10 Juta Bikin Masalah Serius ke Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga tiket pesawat yang mahal, mencapai hingga Rp10 juta untuk rute ke Papua, menjadi hambatan serius bagi ekonomi pariwisata di wilayah timur Indonesia. Sekjen PHRI Maulana Yusran menilai tekanan paling terasa di daerah kepulauan seperti Papua dan Maluku yang bergantung sepenuhnya pada transportasi udara. Mahalnya ongkos perjalanan menahan mobilitas wisatawan dan pelaku bisnis, berdampak langsung pada okupansi hotel serta pendapatan restoran di daerah tujuan.
Kenaikan harga tiket didorong oleh beberapa faktor struktural industri penerbangan. Harga avtur melonjak seiring dinamika geopolitik seperti konflik Iran, sementara ketergantungan spare part dan biaya operasional terhadap dolar AS memperparah beban biaya. Maulana mengakui harga tiket domestik sudah lama tidak kompetitif dibanding internasional, dan situasi saat ini menambah kompleksitas permasalahan.
Pantauan OTA pada 18 Agustus 2026 menunjukkan variasi harga nyata: Jakarta–Jayapura Rp3,2–4,7 juta (langsung Batik Air Rp4,74 juta), Jayapura–Jakarta Rp3,2–4,2 juta, Jakarta–Merauke mulai Rp5 juta, serta Jakarta–Ambon Rp2,39 juta (pulang Rp4,12 juta). Harga bersifat dinamis mengikuti ketersediaan kursi, maskapai, dan waktu pemesanan.
Bagikan
Berita terkait
Garuda Indonesia Kembali Layani Rute Bandung-Denpasar PP Mulai 14 Agustus
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.32
Freeport Kembangkan Tambang Baru, Investasinya Bisa Capai Rp72 Triliun
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.35
Gempa Besar Datang Tiba-Tiba Guncang NTT, Kapan Pariwisata Pulih?
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.20
Citilink kembali Layani Rute Penerbangan Palembang-Bandung
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 18.16