Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

"NATO Tandingan" Bentukan Putin Terguncang, Negara Ini Angkat Kaki

Armenia menyatakan tidak akan mengaktifkan kembali keanggotaannya dalam Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) dan membuka peluang keluar dari aliansi Rusia. Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menekankan CSTO gagal memberi jaminan keamanan saat konflik dengan Azerbaijan memanas, terutama setelah Rusia tidak melibatkan diri saat serangan 2022-2023. Richard Giragosian menyebut CSTO tidak dapat diandalkan sebagai penyedia keamanan. Sementara itu, Armenia memperluas hubungan dengan Barat seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, serta berencana mengajukan keanggotaan UE, namun masih mempertahankan kerja sama ekonomi dengan Rusia melalui Eurasian Economic Union.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait