Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Negara Pasifik Minta Pemberitahuan 24 Jam Sebelum Uji Rudal, China Jadi Sorotan

Para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik (PIF) sepakat meminta notifikasi 24 jam sebelum uji coba rudal, sebagai respons atas peluncuran rudal China pada Juli yang jatuh di kawasan Pasifik Selatan. Kesepakatan ini disepakati saat penutupan pertemuan empat hari di Koror, Palau, dan menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara-negara Pasifik. PIF yang terdiri dari 18 anggota juga menegaskan komitmen pada stabilitas kawasan. Sebelumnya, para menteri luar negeri gagal mencapai kesepakatan ini pada Agustus, sehingga pembahasan dinaikkan ke tingkat pemimpin. Presiden Palau Surangel Whipps menyatakan pentingnya persatuan suara Pasifik untuk mendorong Beijing menghormati kedaulatan dan transparansi.

Di sisi lain, pemerintah China membela uji coba rudal tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan komitmen Beijing pada pembangunan damai dan menegaskan bahwa tidak ada ekspansi militer. China menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan negara-negara Pasifik Selatan guna menjaga perdamaian dan stabilitas.

Ketegangan dalam forum juga terkait dengan isu Taiwan. Palau, sebagai tuan rumah, merupakan sekutu diplomatik Taiwan dan mengundang Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung, ke pertemuan tersebut. Langkah ini menuai kritik dari Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Lin menuding China melakukan kegiatan pengawasan dan menggunakan diplomasi agresif yang dapat merusak persatuan kawasan. Beberapa pemimpin negara kepulauan Pasifik, seperti Kiribati, Vanuatu, dan Samoa, tidak mengikuti pertemuan tahun ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait