Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Negosiasi Iran-Oman Wacanakan Larangan Kapal Militer Lewati Hormuz

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani akan berkunjung ke Teheran pada 27 Agustus 2025 untuk mendukung upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang telah memasuki bulan keenam konflik tanpa terobosan damai. Qatar, sekutu AS dan tetangga Iran, berperan sebagai jalur komunikasi tidak langsung antara kedua belah pihak. Kunjungan ini dilakukan meski serangan militer sementara terhenti, namun perundingan damai belum dimulai. Pembicaraan akan mencakup redakan ketegangan, kebebasan navigasi di Selat Hormuz, dan upaya mengembalikan situasi ke kondisi sebelum konflik pada 28 Februari 2025.

Persoalan utama dalam diplomasi ini adalah Selat Hormuz, jalur laut sempit yang menjadi titik kritis bagi lalu lintas minyak global. Sebelum konflik, sekitar 20 juta barel minyak mentah per hari melewati selat tersebut, namun volume turun drastis ke sekitar 5 juta barel per hari. Iran dan Oman sedang berunding untuk mengatur lalu lintas kapal, dengan kesepakatan sementara yang belum difinalisasi. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Iran, kapal komersial akan melewati perairan Iran, sementara kapal militer dilarang melintasi selat. Kesepakatan ini diharapkan berlangsug pada 30 hingga 60 hari ke depan.

Di sisi lain, tekanan AS tampak beralih dari operasi militer ke sanksi ekonomi terhadap mitra dagang Iran. Iran menolak sanksi baru ini, dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mendesak PBB untuk mengutuk langkah AS yang menurutnya menargetkan warga sipil. Organisasi Maritim Internasional PBB melaporkan 70 insiden di Selat Hormuz sejak 28 Februari, menyebabkan 19 kematian pelaut. Meski kekuatan konvensional Iran melemah, Teheran masih memiliki kemampuan rudal dan drone untuk mengancam wilayah Teluk dan kapal asing.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait