Negosiasi Selat Hormuz Terhambat Tuntutan Kompensasi Trump
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz antara Iran dan AS tertunda akibat saling tuntut kompensasi. Iran meminta AS menghentikan blokade pelabuhan, mencabut sanksi, membebaskan aset, dan membayar kompensasi atas kerusakan perang. Presiden Trump menanggapi dengan menuntut kompensasi dari Iran atas kerusakan 50 tahun terakhir, termasuk kematian warga sipil dan anggota militer AS. Sebelumnya, Iran dan Oman berhasil menyepakati peta jalur pelayaran, namun sejumlah isu teknis masih belum terselesaikan. Iran juga berencana mengenakan biaya kepada kapal komersial yang melewati selat, yang ditolak oleh AS.
Sebelum konflik, sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz. Sejak perang, jalur tersebut secara efektif tertutup. Washington meningkatkan tekanan ekonomi melalui 'Operation Economic Fury', menyebabkan produksi minyak Iran turun dari 1,8 juta barel per hari menjadi kurang dari 500.000 barel per hari. Ekonomi Iran diperkirakan menyusut 5,4% dengan inflasi tahunan mencapai 88,6%.
Di tengah negosiasi, terdapat perbedaan pernyataan mengenai kondisi Selat Hormuz. Trump mengklaim ranjau telah dibersihkan dan jalur terbuka, sementara Wakil Presiden JD Vance menyatakan Iran masih memasang banyak ranjau. Washington sedang menyiapkan mekanisme keamanan pelayaran. Harga minyak mentah naik sekitar 5% setelah pernyataan Trump mengurangi prospek kesepakatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 17.35
AS dan Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari Jelang Tenggat Waktu 17 Agustus
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 09.07
Selat Hormuz Belum Pulih, Defisit Minyak Global Makin Parah Tembus 1,8 Juta Barel per Hari
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.15
IEA Prediksi Permintaan Minyak Bakal Turun 1,6 Juta Barel per Hari
ANTARA News · 12 Agustus 2026 pukul 16.39
AS-Iran akan perpanjang gencatan senjata 60 hari lagi
Berita terkait
Harga Minyak Hari Ini Naik 5% Usai AS Serang Iran
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 08.17
Iran Masih Bisa Raup Rp133 Triliun dari Penjualan Minyak meski Diblokade AS
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 12.37
AS Tolak Hidupkan Kembali Kesepakatan Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih 2%
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 08.02
Harga Minyak Hari Ini Melejit 2%, Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 06.54