Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Negosiasi Selat Hormuz Terhambat Tuntutan Kompensasi Trump

Negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz antara Iran dan AS tertunda akibat saling tuntut kompensasi. Iran meminta AS menghentikan blokade pelabuhan, mencabut sanksi, membebaskan aset, dan membayar kompensasi atas kerusakan perang. Presiden Trump menanggapi dengan menuntut kompensasi dari Iran atas kerusakan 50 tahun terakhir, termasuk kematian warga sipil dan anggota militer AS. Sebelumnya, Iran dan Oman berhasil menyepakati peta jalur pelayaran, namun sejumlah isu teknis masih belum terselesaikan. Iran juga berencana mengenakan biaya kepada kapal komersial yang melewati selat, yang ditolak oleh AS.

Sebelum konflik, sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz. Sejak perang, jalur tersebut secara efektif tertutup. Washington meningkatkan tekanan ekonomi melalui 'Operation Economic Fury', menyebabkan produksi minyak Iran turun dari 1,8 juta barel per hari menjadi kurang dari 500.000 barel per hari. Ekonomi Iran diperkirakan menyusut 5,4% dengan inflasi tahunan mencapai 88,6%.

Di tengah negosiasi, terdapat perbedaan pernyataan mengenai kondisi Selat Hormuz. Trump mengklaim ranjau telah dibersihkan dan jalur terbuka, sementara Wakil Presiden JD Vance menyatakan Iran masih memasang banyak ranjau. Washington sedang menyiapkan mekanisme keamanan pelayaran. Harga minyak mentah naik sekitar 5% setelah pernyataan Trump mengurangi prospek kesepakatan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait