Nestapa Kakak Beradik di Sidikalang, Hidup Dalam Bayang-Bayang Siksaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331167/original/078802700_1787495701-IMG_2161.jpg)
Seorang ibu di Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara, menitipkan dua anaknya yang berusia 7 dan 6 tahun kepada seorang wanita berinisial ES, seorang pedagang mie gomak. Karena janji pembayaran upah pengasuhan sebesar Rp 500.000 per minggu tidak ditepati, ES marah dan menyiksa kedua anak tersebut secara brutal selama beberapa minggu. Kekerasan yang dialami termasuk dipukul dengan sapu, hanger, sandal, dan kayu, dibenturkan ke tembok dan lantai hingga berdarah, hingga paling ekstrim bagian bibir salah satu korban dibakar dengan korek api. Akibatnya, tubuh kedua korban penuh luka dan lebam, lengan salah satunya patah akibat didorong kasar oleh pelaku. Kejadian ini terungkap ketika warga menemukan salah satu korban, seorang bocah bernama AGP, dalam keadaan kebingungan dan penuh luka di depan Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang. Video pengakuan AGP yang viral di media sosial mendorong polisi untuk menangkap ES. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan kini ditahan untuk diselidiki lebih lanjut.
Bagikan
Berita terkait
Dua Anak Yatim Dihajar di Barak Karyawan, Oh Pelakunya
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 16.19
Ancam Pengguna Mobil Saat Penagihan, Debt Collector Ditangkap Polisi
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 05.18
Ada 64 Hotspot Karhutla di Sumut, Paling Banyak di Karo
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 20.31
Transaksi Digital Sumut Tumbuh, QRIS Dorong Efisiensi Ekonomi dan PAD
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 20.25