Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Transaksi Digital Sumut Tumbuh, QRIS Dorong Efisiensi Ekonomi dan PAD

Transaksi keuangan digital di Sumatera Utara terus mengalami pertumbuhan pesat, didorong kuatnya adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Hingga Triwulan II 2026, jumlah merchant QRIS mencapai 1,8 juta, naik 20,47% secara tahunan. Volume transaksinya mencapai 144 juta, melonjak 90,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara jumlah pengguna QRIS mencapai 3,2 juta dengan pertumbuhan 15,99% secara tahunan. Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa pembayaran digital semakin menjadi bagian integral dari aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, menekankan bahwa digitalisasi pembayaran tidak hanya meningkatkan kemudahan transaksi, tetapi juga mendukung efisiensi usaha, akses ekonomi yang lebih luas, serta transparansi. Pemerintah daerah juga mendukung transformasi ini untuk memperkuat pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, seperti inovasi QResto untuk pemisahan pembayaran pajak restoran, dapat meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas penerimaan daerah.

Pengembangan digitalisasi juga diluas ke sektor transportasi dan layanan publik. Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Medan sedang melakukan pelacakan ParQR (Parking Auto Revenue via QR) untuk digitalisasi sistem parkir. Perluasan kanal pembayaran digital untuk pajak dan retribusi daerah juga terus ditingkatkan. Transformasi ini bertujuan mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal di Sumatera Utara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait