Netanyahu Terbang Lintasi Prancis hingga Kanada meski Buronan ICC, Mengapa Tak Dicegat dan Ditangkap?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pesawat yang membawa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terdeteksi terbang melintasi Yunani, Italia, Prancis, dan Kanada pada saat menuju New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Netanyahu, yang merupakan buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sejak November 2024 atas dugaan kejahatan perang di Gaza, tiba di New York dan memberikan pidato yang diikuti aksi walk out massal oleh delegasi dari 77 negara. Empat negara Eropa dan Kanada yang merupakan anggota ICC tidak mencegat atau menangkap Netanyahu meskipun lintas wilayah udara mereka. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kewajiban negara-negara anggota ICC dalam menangkap buronan mahkamah internasional. Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyatakan dukungan negaranya terhadap pengadilan internasional namun tidak secara eksplisit menyatakan sikap terhadap status Netanyahu sebagai tersangka. ICC juga menerbitkan surat penangkapan terhadap mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas tuduhan serupa terkait kejahatan perang dan kemanusiaan di Jalur Gaza.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 September 2026 pukul 23.13
Mamdani Balas Pidato Netanyahu di PBB: Dia Mengulangi Kebohongan
Detik.com · 25 September 2026 pukul 10.19
Mamdani Kecam Netanyahu Lagi yang Coba Tutupi Genosida Palestina
kumparan · 25 September 2026 pukul 05.00
Mamdani Respons Pidato Netanyahu: Kebohongan Tak Ubah Surat Perintah Penangkapan
Detik.com · 23 September 2026 pukul 21.10
Mamdani dan Netanyahu Memanas di New York
Berita terkait
Ini Reaksi Penjahat Perang Netanyahu saat Pidato di PBB Disambut Walk Out Massal
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 05.42
Pesawat Netanyahu Hindari Bandara New York, Takut Ditangkap?
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.10
125 Negara Terikat ICC untuk Menangkap Netanyahu jika Masuk Wilayahnya
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.19
Surat Perintah Penangkapan Dikeluarkan ICC, 125 Negara Wajib Tangkap Netanyahu
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 17.25