Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Ngeri Tangan Siswa Prancis Putus Usai Ambil Granat Polisi di Demo Meledak

Seorang siswa berusia 15 tahun di Lens, Prancis kehilangan satu tangan setelah mengambil granat sting-ball yang ditembakkan oleh polisi saat mengikuti aksi unjuk rasa. Insiden ini terjadi dalam konteks protes siswa yang menuntut perbaikan kondisi sekolah, termasuk kekurangan guru, jadwal pelajaran padat, dan fasilitas rusak. Aksi ini telah mengganggu kegiatan belajar-mengajar di ratusan sekolah sejak akhir September.

Para siswa memblokir akses masuk ke sekolah untuk menyuarakan keluhan mereka. Beberapa kembali ke kelas, namun sebagian lain tetap melanjutkan aksi menjelang demonstrasi yang diperkirakan lebih besar. Pemerintah menuduh kelompok aktivis radikal memanfaatkan gerakan ini, sementara French Human Rights League (LDH) menyoroti penggunaan kekerasan berlebihan oleh aparat keamanan terhadap para demonstran yang sebagian besar masih di bawah umur.

Kementerian Pendidikan melaporkan lebih dari 400 dari 3.700 sekolah menengah atas di Prancis ditutup sebagian atau sepenuhnya. Di wilayah Paris, diperkirakan sepertiga dari 468 sekolah menengah akan ditutup. Protes ini terjadi beberapa bulan menjelang pemilu 2027 yang akan menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron.

Berita terkait