Ngeri Tangan Siswa Prancis Putus Usai Ambil Granat Polisi di Demo Meledak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang siswa berusia 15 tahun di Lens, Prancis kehilangan satu tangan setelah mengambil granat sting-ball yang ditembakkan oleh polisi saat mengikuti aksi unjuk rasa. Insiden ini terjadi dalam konteks protes siswa yang menuntut perbaikan kondisi sekolah, termasuk kekurangan guru, jadwal pelajaran padat, dan fasilitas rusak. Aksi ini telah mengganggu kegiatan belajar-mengajar di ratusan sekolah sejak akhir September.
Para siswa memblokir akses masuk ke sekolah untuk menyuarakan keluhan mereka. Beberapa kembali ke kelas, namun sebagian lain tetap melanjutkan aksi menjelang demonstrasi yang diperkirakan lebih besar. Pemerintah menuduh kelompok aktivis radikal memanfaatkan gerakan ini, sementara French Human Rights League (LDH) menyoroti penggunaan kekerasan berlebihan oleh aparat keamanan terhadap para demonstran yang sebagian besar masih di bawah umur.
Kementerian Pendidikan melaporkan lebih dari 400 dari 3.700 sekolah menengah atas di Prancis ditutup sebagian atau sepenuhnya. Di wilayah Paris, diperkirakan sepertiga dari 468 sekolah menengah akan ditutup. Protes ini terjadi beberapa bulan menjelang pemilu 2027 yang akan menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron.
Bagikan
Berita terkait
Demo Mahasiswa Berlanjut, 400 Sekolah dan Kampus di Prancis Ditutup
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 16.20
Chaos! Pelajar Demo Massal, Rusuh dengan Polisi-5.000 Orang Ditangkap
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 06.23
Hampir 80 orang terluka akibat aksi unjuk rasa pelajar di Prancis
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 22.46
Bela Grace Natalie, 'Denny Indrayana Ingin Semua Anak Indonesia yang Sekolah di Luar Negeri Tak Boleh Nyapres
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 19.35