NU dan Tantangan Menghidupkan Turats
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasca-Muktamar ke-35, Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi tantangan untuk menerjemahkan keputusan organisasi menjadi aksi nyata yang relevan dengan perubahan zaman. Fokus utama adalah menghidupkan 'turats' (warisan intelektual) bukan sekadar sebagai identitas, melainkan sebagai metodologi berpikir untuk menjawab persoalan kontemporer seperti ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan perubahan iklim.
Strategi yang diusulkan meliputi penguatan tradisi Bahtsul Masail dengan pendekatan fiqh al-waqi' (realitas) dan fiqh al-maqashid (tujuan syariat), serta transformasi pesantren menjadi produsen pengetahuan melalui riset dan literasi digital. Selain itu, NU didorong untuk mendigitalisasi turats Nusantara dan membangun ekosistem digital keulamaan agar otoritas keagamaan tetap kredibel di tengah dominasi algoritma media sosial.
Bagikan
Berita terkait
Secukupnya Selamanya
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 07.35
Pascamuktamar ke-35 NU, PCNU Tangsel Dorong PBNU Padukan Kekuatan Ulama dan Teknokrat
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 06.03
Menata Kembali Kepercayaan Nahdliyin
kumparan · 4 September 2026 pukul 19.00
NU Baru: Di Antara Agama, Umat, dan Kekuasaan
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 09.42