OJK Bidik Dana IPO Rp250 Triliun di 2026, Separuh Target Sudah Tercapai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana melalui Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp250 triliun sepanjang tahun 2026. Hingga akhir Semester I 2026 (30 Juni), realisasi dana yang terkumpul sudah mencapai Rp125,74 triliun, atau sekitar 50% dari target tahunan. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyampaikan hal tersebut pada Kamis, 30 Juli 2026.
Optimisme OJK didukung oleh pipeline penawaran umum yang masih berjalan. Per 20 Juli 2026, terdapat tiga proses IPO, dua proses rights issue dengan nilai emisi maksimal Rp6,73 triliun, serta empat proses penerbitan obligasi dan sukuk dengan potensi nilai emisi mencapai Rp5,25 triliun. Hasan menegaskan minat perusahaan memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan masih tinggi.
Selain mengejar target dana, OJK juga fokus memperkuat kualitas pasar modal nasional melalui reformasi yang mencakup peningkatan kualitas emiten, penguatan likuiditas pasar, transparansi, tata kelola perusahaan yang lebih baik, penegakan hukum, serta perluasan basis investor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 18.30
OJK Incar Dana IPO Rp 250 T Tahun Ini, Sudah Terkumpul Rp 125,7 T
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 18.10
Target 1.100 Emiten Pada 2030, Bursa Perlu 30 IPO Tiap Tahun
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 20.00
Bursa Butuh 30 Perusahaan IPO Tiap Tahun buat Capai Target 1.100 Emiten
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 08.08
DBS Insights Forum: Pelaku Pasar Tetap Optimistis pada Indonesia
Berita terkait
OJK: Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp148,3 Triliun
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 22.09
Aturan Demutualisasi OJK: Bursa Efek Bisa IPO!
Detik.com · 17 September 2026 pukul 12.04
Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 17.45
OJK Ungkap Alasan Pernyataan Efektif IPO SWAP Belum Terbit
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 13.56