Aturan Demutualisasi OJK: Bursa Efek Bisa IPO!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) diperbolehkan menggelar IPO setelah demutualisasi menurut POJK yang akan ditetapkan. POJK ini sedang dalam proses finalisasi dan menunggu harmonisasi Kementerian Hukum. Batas kepemilikan saham BEI maksimal 5%; pemilik di atas 5% harus mendapat izin OJK dan memberikan nilai tambah pengembangan bursa. BEI dapat melakukan IPO setelah mendapat persetujuan OJK.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 September 2026 pukul 10.29
OJK Buka Peluang BEI Bisa IPO Lewat Aturan Demutualisasi
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 18.27
Danantara Berpeluang Pegang Saham BEI Lebih dari 5%, Ini Ketentuannya
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.46
Kepemilikan Saham BEI di Atas 5 Persen Wajib Kantongi Izin OJK
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 12.53
OJK Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Target Dana Maksimal Rp4,02 Triliun
Berita terkait
OJK Pastikan Aturan Demutualisasi BEI Telah Masuk Tahap Finalisasi
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 17.34
OJK Finalisasi POJK Demutualisasi BEI, Target Terbit September 2026
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.52
OJK: Batas Kepemilikan Saham BEI Maksimal 5% Usai Demutualisasi
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 20.47
OJK Sebut POJK Demutualisasi BEI Sedang Diharmonisasi di Kemenkumham
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 20.42