Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Operasi Anyar Trump di Iran Lewat 'Tanker for Tanker'

Perang Amerika Serikasi (AS) melawan Iran kembali mencatat eskalasi setelah sempat mereda selama sebulan. Serangan ini dimulai ketika militer AS menyerang Pulau Larak di dekat Selat Hormuz pada Senin (31/8), yang menjadi serangan pertama dalam 30 hari terakhir. Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Yordania. Pada Selasa (1/9), AS menyerang dua kapal tanker milik pemerintah Iran yang sedang berlabuh di lepas pantai Iran. Operasi ini dikategorikan sebagai kebijakan baru "tanker for tanker" yang disetujui Presiden Donald Trump, bertujuan mencegah serangan Iran terhadap kapal-kapah di Selat Hormuz. Serangan tersebut dilakukan oleh drone tempur AS yang menghantam ruang mesin kedua kapal tanker tersebut. Selain itu, sekitar 100 target Iran juga diserang, termasuk sistem radar, fasilitas komunikasi, dan peluncur rudal anti-kapal milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan ini bertujuan melemahkan kemampuan Iran yang mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz. Para pejabat AS menyatakan bahwa serangan ini memberikan waktu setidaknya satu bulan dengan tingkat ancaman yang lebih rendah bagi kapal-kapal komersial.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait