Pabrik Asia Menggeliat Berkat AI, Kecuali Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dunia sedang mengalami gelombang pertumbuhan dalam sektor manufaktur Asia akibat permintaan yang tinggi terhadap perangkat AI seperti chip dan komputer. Tiga negara besar Asia—China, Jepang, dan Korea Selatan—mencatat ekspansi pabrik pada Agustus 2024. Permintaan ini tetap kuat meskipun harga energi dan bahan baku naik akibat konflik di Timur Tengah.
China mencatat PMI manufaktur swasta naik ke 51,5 pada Agustus, di atas ambang ekspansi (50), melampaui ekspektasi analis. Namun, data resmi pemerintah China masih menunjukkan kontraksi di sektor manufaktur secara keseluruhan, menandakan pemulihan hanya terjadi di sektor terkait AI.
Jepang menunjukkan performa kuat dengan PMI manufaktur mencapai 54,9 pada Agustus, tertinggi sejak April dan menguat dari 54,5 bulan sebelumnya. Ini menandai kelanjutan pertumbuhan manufaktur Jepang selama delapan bulan berturut-turut. Korea Selatan juga ikut tumbuh meski data spesifiknya tidak disebutkan secara rinci dalam artikel ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 12.20
China Sudah Ditinggalkan, Ramai-Ramai Pabrik HP Pindah ke Sini
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 10.53
Di Balik Ambisi China Pekerjakan Jutaan Robot di Pabrik
Berita terkait
China Sudah Masuk Era 'Dunia Baru', Amerika Ketinggalan Jauh
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 14.40
Penjualan Toyota Turun pada Juli 2026, Pasar Domestik Jepang Tapi Aman
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 21.01
Trump Siapkan "Bom" Baru, Dunia Tak Dibiarkan Tenang
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 06.30
Bill Gates Takut AI Disalahgunakan untuk Serangan Biologis
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 17.05