Panas Lagi! AS Akan Jatuhkan Sanksi Berat Bagi Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada Kamis (20/08), Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kepada sekutu dan Cina untuk bergabung dalam kampanye tekanan ekonomi baru terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia, dengan ancaman konsekuensi bagi negara yang tidak mendukung. Bessent juga mengungkapkan bahwa sanksi berat ini dapat mengurangi kebutuhan Washington untuk melakukan operasi militer besar-besaran terhadap Iran. Pemerintah Iran hingga kini masih bertahan di tengah tekanan selama hampir lima dekade. Harga minyak naik tinggi pada hari itu, meskipun Bessent menyebut pasar salah menafsirkan tekanan ekonomi. Cina, sebagai pembeli lebih dari 80% ekspor minyak Iran, disebut memiliki 50% kebutuhan energi dari Teluk, sehingga sangat menguntungkan bila ikut program sanksi. Dalam konflik yang masih berlangsung, lebih dari 750 personel AS terluka sejak Februari. Utang AS melampaui US$40 triliun pada 19/08, mencerminkan beban fiskal yang meningkat.
Bagikan
Berita terkait
Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi, Kejahatan terhadap Kemanusiaan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.26
Menkeu Scott Bessent: AS Bakal Terapkan Sanksi Terberat kepada Iran
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.45
AS Jatuhkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Runtuhkan Iran
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 17.26
Makin Panas, AS Tambah Sanksi Ekonomi ke Kuba
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.00