Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi, Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan penolakan keras terhadap paket sanksi baru yang dijatuhkan pemerintah Amerika Serikat terhadap Iran. Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (20/8/2026), Iran menyebut sanksi tersebut sebagai 'terorisme ekonomi dan kejahatan terhadap kemanusiaan'. Iran mengkritik langkah AS yang dianggap bertepatan dengan peringatan kudeta tahun 1953 di Iran, yang melibatkan AS dan Inggris, dan menyebutnya sebagai kelanjutan dari 'permusuhan Washington selama 73 tahun terhadap rakyat Iran'.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent baru-baru ini mengumumkan sanksi yang dianggapnya sebagai 'paling berat' yang pernah ditujukan kepada Iran. Menanggapi langkah ini, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Iran perlu menyusun rencana strategis untuk mengatasi dampak sanksi yang disebutnya 'kejam'. Ghalibaf, yang sedang berada dalam kunjungan kerja ke Irak, menekankan pentingnya kerja sama dengan Baghdad di tengah situasi ketegangan yang sedang berlangsung.

Dalam pernyataannya, Ghalibaf juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi Iran dalam menghadapi sanksi asing. Ia mengatakan bahwa jika Iran tidak mampu mengatasi sanksi secara mandiri, negara akan terus mengalami tekanan ekonomi yang berkelanjutan. Iran juga mengajak rakyatnya untuk tetap bersatu dan tidak mudah dibelahtahankan oleh ancaman asing yang dianggap tidak adil.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait