Pancing Investor Asing untuk Masuk PFII
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia berupaya menarik investor asing masuk ke Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang berlokasi di Jakarta dan Bali. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menilai pemerintah perlu memberikan fasilitas khusus seperti kemudahan berinvestasi, keringanan pajak, dan kepastian hukum agar PFII mampu bersaing dengan pusat keuangan internasional lain yang sudah lebih dahulu berdiri. Ia menekankan bahwa potensi ekonomi hijau, ekonomi syariah, dan transformasi industri nasional dapat menjadi daya tarik utama bagi investor luar negeri.
Menteri Investasi Rosan Roeslani melaporkan respons positif dari investor dan family office Asia. Dari 70 pihak yang diundang, 110 hadir dalam pertemuan di Nusa Dua, Bali, meski mereka meminta struktur PFII sesuai standar dunia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan insentif pajak 0% hingga 50 tahun untuk menyaingi Singapura dan Dubai. Transaksi di PFII menggunakan dolar AS guna menangkap potensi dana global. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan PFII dalam pidato Nota Keuangan RUU APBN 2027, dan kawasan ini akan dipimpin gubernur pilihan presiden.
Bagikan
Berita terkait
Komisi XI sebut PFII bisa beri insentif hingga kewarganegaraan ganda
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 20.41
Rosan Sudah Temui Calon Investor PFII dari Asia, Masih Incar yang Lain
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 10.00
Asing Incar Bank Jumbo di Sesi 1, IHSG Dekati Level 6.300
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 12.52
IHSG Koreksi 6 Hari Beruntun, Asing Terciduk Kompak Borong Saham Ini
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 08.25