Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pancing Investor Asing untuk Masuk PFII

Pemerintah Indonesia berupaya menarik investor asing masuk ke Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang berlokasi di Jakarta dan Bali. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menilai pemerintah perlu memberikan fasilitas khusus seperti kemudahan berinvestasi, keringanan pajak, dan kepastian hukum agar PFII mampu bersaing dengan pusat keuangan internasional lain yang sudah lebih dahulu berdiri. Ia menekankan bahwa potensi ekonomi hijau, ekonomi syariah, dan transformasi industri nasional dapat menjadi daya tarik utama bagi investor luar negeri.

Menteri Investasi Rosan Roeslani melaporkan respons positif dari investor dan family office Asia. Dari 70 pihak yang diundang, 110 hadir dalam pertemuan di Nusa Dua, Bali, meski mereka meminta struktur PFII sesuai standar dunia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan insentif pajak 0% hingga 50 tahun untuk menyaingi Singapura dan Dubai. Transaksi di PFII menggunakan dolar AS guna menangkap potensi dana global. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan PFII dalam pidato Nota Keuangan RUU APBN 2027, dan kawasan ini akan dipimpin gubernur pilihan presiden.

Berita terkait