Panel yang Masih Berdiri, Listrik yang Tak Lagi Pasti
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banyak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pemerintah di berbagai wilayah Indonesia, seperti Pulau Miang dan beberapa SMK di Jawa Tengah, terbengkalai setelah pembangunan fisik selesai. Di Pulau Miang, kerusakan inverter dan controller akibat petir memaksa warga kembali menggunakan genset diesel yang mahal. Sementara di Wonosobo dan Kebumen, panel surya tetap terpasang namun tidak berfungsi optimal atau tidak terukur kontribusinya karena kerusakan baterai dan kurangnya pemantauan.
Masalah utama terletak pada lemahnya sistem pemeliharaan pasca-proyek, ketiadaan teknisi lokal, serta ketergantungan suku cadang impor. Keberhasilan proyek selama ini hanya diukur dari jumlah pemasangan, bukan keberlanjutan operasional. Sebaliknya, Bandara Kalimarau di Berau menjadi contoh sukses karena mampu menjaga operasional panel surya melalui perawatan yang konsisten.
Bagikan
Berita terkait
Mau Punya PLTS 100 GW, Indonesia Butuh Peta Jalan yang Sesuai
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.19
Pengamat Sebut Ambisi PLTS 100 GWp Presiden Prabowo Mustahil Tercapai Tepat Waktu
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 16.17
Presiden Prabowo Target PLTS 100 GWp Selesai Tiga Tahun, Investasi Rp1.140 T
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 22.01
PLTS 100 GW Percepat Listrik Masuk Desa
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 21.53