Panel yang Masih Berdiri, Listrik yang Tak Lagi Pasti
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banyak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pemerintah di berbagai wilayah Indonesia, seperti Pulau Miang dan beberapa SMK di Jawa Tengah, terbengkalai setelah pembangunan fisik selesai. Di Pulau Miang, kerusakan inverter dan controller akibat petir memaksa warga kembali menggunakan genset diesel yang mahal. Sementara di Wonosobo dan Kebumen, panel surya tetap terpasang namun tidak berfungsi optimal atau tidak terukur kontribusinya karena kerusakan baterai dan kurangnya pemantauan.
Masalah utama terletak pada lemahnya sistem pemeliharaan pasca-proyek, ketiadaan teknisi lokal, serta ketergantungan suku cadang impor. Keberhasilan proyek selama ini hanya diukur dari jumlah pemasangan, bukan keberlanjutan operasional. Sebaliknya, Bandara Kalimarau di Berau menjadi contoh sukses karena mampu menjaga operasional panel surya melalui perawatan yang konsisten.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Mau Bangun 30 GW PLTS dan Pensiunkan 13 GW PLTD Tahun Ini
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 14.44
Video: Harga Listrik PLTS Kian Bersaing, Bisnis Solar Panel Tancap Gas
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 16.00
Stop PLTD 13 GW Tahun ini, Pemerintah Genjot Pembangunan PLTS 30 GW
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.31
Prabowo Ungkap Pembangunan PLTS 100 GW Bikin Negara Hemat Rp73,9 T
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 18.35