Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Pangi Syarwi soal Dicopotnya Purbaya: Gaya Koboinya Tidak Cocok dengan Kebiasaan

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyatakan bahwa pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan kemungkinan disebabkan oleh kurangnya harmonisasi dan masalah komunikasi. Dalam program Interupsi di iNews, Pangi menjelaskan bahwa Purbaya cenderung terlalu blak-blakan menyampaikan berbagai hal ke publik, sehingga sering menimbulkan polemik. Menurutnya, gaya komunikasi Purbaya tidak sesuai dengan kebiasaan yang telah ditetapkan di lingkungan Kementerian Keuangan.

Pangi menggunakan istilah Minangkabau 'biliak ketek' dan 'biliak gadang' untuk menjelaskan perbedaan antara hal-hal yang sebaiknya disimpan dan hal-hal yang bisa disampaikan ke publik. Purbaya justru cenderung menyampaikan segala sesuatu ke publik, termasuk hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Hal ini menciptakan kebingungan dan kebisingan dalam komunikasi, baik dengan pihak Kementerian Keuangan maupun dengan publik.

Menurut Pangi, perbedaan konsep antara Purbaya sebagai Menteri Keuangan dan analisis politik lainnya juga berkontribusi pada kesulitan dalam komunikasi. Gaya 'koboi' yang ditunjukkan Purbaya dianggap tidak cocok dengan budaya dan kebiasaan yang ada di institusi tersebut, sehingga berdampak pada keputusan untuk menggantinya dengan Suahasil Nazara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait