Pantauan Satelit Ungkap Abu Vulkanik Anak Krakatau Jauhi Wilayah RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teramati mulai menjauhi puncak gunung dan bergerak ke selatan-barat daya, mencakup Samudera Hindia Barat dan Laut Banten. Hasil analisis satelit berdasarkan PVMBG, VAAC Darwin, dan citra RGB Himawari-9 menunjukkan abu menyebar dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft. Abu tidak menyentuh wilayah Indonesia, namun sebagian tetap bertebar di udara yang dapat menurunkan kualitas jarak pandang dan mengganggu penerbangan. BMKG memantau secara real-time dan telah melaksanakan 5 sorti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan bahan semai powder NaCl, liquid CaCl, serta spraying/watermist. Hingga pagi ini, tidak ada anomali tsunami terdeteksi dari 20 tsunami gauge.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 15.23
Abu Anak Krakatau Capai 7.000 Kaki, BMKG Ungkap Arah Sebarannya
JawaPos · 7 September 2026 pukul 16.15
Langkah BMKG dan BNPB Jika Tak Ada Awan Hujan untuk OMC di Daerah Terdampak Abu Vulkanik
kumparan · 8 September 2026 pukul 17.39
BMKG: Erupsi Anak Krakatau Hari Ini Tak Sebabkan Abu Vulkanik ke Arah Jakarta
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 17.02
Anak Krakatau Masih Erupsi, BMKG Sebut Abu Tak Mengarah ke Jakarta
Berita terkait
Intensitas Erupsi Anak Krakatau Menurun, Abu Vulkanik Jauhi Indonesia
Detik.com · 8 September 2026 pukul 14.59
Begini Cara Pantau Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Pakai HP
Detik.com · 8 September 2026 pukul 14.25
Abu Krakatau Negatif di 8 Bandara, Warga Masih Harus Pakai Masker?
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 13.50
Kembali Dibuka, 8 Bandara Dipastikan Aman dari Abu Anak Krakatau
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 13.44