Pasukan AS Ditarik dari Irak, Siapa Yang Paling Untung Besar?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyatakan Irak telah memasuki fase baru 'kedaulatan' setelah penarikan koalisi AS yang dipimpin Amerika Serikat setelah 12 tahun. Penarikan pasukan ini menandai berakhirnya misi koalisi dan dianggap mendukung kemampuan institusi Irak untuk mengelola keamanan internal sendiri. Penarikan ini juga dikaitkan dengan kekuatan yang lebih besar bagi sekutu Iran, karena Irak sering menjadi arena konflik proksi antara AS dan Iran. Dari 18 tentara AS yang tewas sejak Februari 2020, tujuh di antaranya meninggal di Irak. Ahli politik Ahmed Younis menyatakan penarikan ini dapat memperkuat peran kelompok proksi Iran dalam menentukan kebijakan negara dan memperkuat posisi mereka di lembaga-lembaga penting Irak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 September 2026 pukul 12.30
Usai Satu Dekade, Koalisi Pimpinan AS Resmi Akhiri Misi di Irak
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 05.00
Pasukan AS Hari Ini Angkat Kaki dari "Gerbang Iran", Khamenei Menang?
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 22.00
Mojtaba Khamenei Tiba-Tiba Muncul, Beri Pesan ke Amerika
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.30
Heboh Teror Pangkalan AS: 5 Tersangka Bebas, Iran Ngamuk-Trump Protes
Berita terkait
Daftar Hitam Pihak yang Boleh Melintasi Selat Hormuz Bertambah Panjang usai Serangan Terbaru AS
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 22.32
Ketegangan di Selat Hormuz Picu Harga Minyak Global Makin Fluktuatif
JawaPos · 4 September 2026 pukul 08.00
AS Sita Minyak Iran Senilai Rp10 Triliun, Hukum Kuno Rampasan Perang Disorot
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 08.54
Brigade Hizbullah Irak Ancam Gulingkan Pemerintahan al-Zaidi
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 20.32