PBB Ungkap Genosida, Ada Pembunuhan dan Pemerkosaan Massal di Negara Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Sudan melakukan pembunuhan massal, pemerkosaan, penculikan, dan pembuatan kelaparan yang disengaja terhadap warga sipil di al-Fashir, Darfur Utara. Temuan ini disampaikan oleh Misi Pencari Fakta PBB untuk Sudan setelah menyelidiki kejahatan yang terjadi ketika RSF merebut al-Fashir pada tahun 2023. Para penyintas melaporkan bahwa mereka diperkosa di ruangan yang masih dipenuhi jenazah warga sipil, termasuk anggota keluarga mereka. PBB menilai tindakan ini merupakan bagian dari kebijakan yang disengaja dan memiliki ciri-ciri genosida.
Laporan PBB menunjukkan bahwa RSF dan kelompok sekutunya melakukan berbagai kejahatan perang, termasuk pengepungan panjang terhadap kota, penghalang akses bantuan kemanusiaan, dan serangan terhadap infrastruktur produksi pangan. Langkah-langkah ini dinilai sebagai upaya sengaja untuk membuat penduduk sipil kelaparan. Mohamed Chande Othman, ketua misi PBB, menegaskan bahwa pola-pola kekerasan yang terjadi di al-Fashir merupakan peringatan keras bagi masyarakat internasional.
PBB sebelumnya telah menyimpulkan bahwa pembunuhan massal terhadap komunitas non-Arab saat RSF merebut al-Fashir memiliki ciri-ciri genosida. Dewan Hak Asasi Manusia PBB kemudian membentuk tim penyelidikan mendesak untuk mengusut dugaan pelanggaran di wilayah lain. Kepala hak asasi manusia PBB juga memperingatkan bahwa pola kekerasan serupa berpotensi terjadi di sekitar al-Obeid, ibu kota Kordofan Utara, yang dihuni sekitar 500.000 orang, termasuk lebih dari 83.000 pengungsi internal. RSF selama lebih dari tiga tahun perang saudara telah membantah tuduhan pelanggaran tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Hampir 70 Negara Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB, Termasuk Saudi-Spanyol
Detik.com · 25 September 2026 pukul 21.17
Giliran Mamdani Sebut Netanyahu 'Arsitek Genosida' Palestina
Detik.com · 23 September 2026 pukul 14.08
Hamas Tuduh Israel Berupaya Hapus Bukti Kejahatan di Gaza
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 15.07
Utusan PBB Mendesak Proses Politik yang Inklusif di Sudan
VOI · 7 September 2026 pukul 17.30