PBNU Dinilai Gagal Wujudkan ‘Merawat Jagad, Membangun Peradaban’ Gara-gara Konsesi Tambang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengasuh Pondok Pesantren Ekologi, KH Roy Murtadho, mengkritik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) karena menerima konsesi tambang. Kritik disampaikan dalam acara Rembug Warga NU di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 15 Agustus. Ia menilai keputusan itu tidak sejalan dengan narasi 'Merawat Jagad, Membangun Peradaban' yang digaungkan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.
Gus Roy, yang berpengalaman dalam advokasi masalah sosial-ekologis di Kalimantan, menyatakan kekecewaannya karena masyarakat terdampak tambang sering tidak mendapat perlindungan. Upaya menyuarakan masalah ke instansi pemerintah dinilai belum mendapat perhatian memadai.
Meskipun mengapresiasi gagasan besar tersebut, Gus Roy menilai PBNU gagal membaca perubahan zaman dan merumuskan masalah dengan tepat. Ia mendesak evaluasi konsesi tambang untuk memastikan penguatan kemandirian ekonomi warga NU sambil menjaga keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 23.32
Tambang Dianggap Hanya Jalan Pintas, Forbes NU Desak Konsensi yang Diterima PBNU Dimoratorium
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 15.29
Gus Roy Kecewa Berat PBNU Terima Konsesi Tambang: Saya Sentimentil sebagai Santri NU
Berita terkait
Fahmy Radhi: Moratorium IUP Tambang Perlu Segera Diselesaikan agar Tak Ganggu Ekonomi
JawaPos · 25 September 2026 pukul 10.15
Tanah Bekas Tambang di Sulawesi Ungkap Mikroba yang Bisa Bantu Pulihkan Lingkungan
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.40
Gus Ipul Balik Kritik Cak Imin soal Klaim PBNU Gagal: 'Dari Versinya Sendiri'
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 18.39
Raih detikSumatera Awards, Jumhur Bicara Aksi Ekologis Selamatkan Lingkungan Sumatera
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 02.03