Alasan Keamanan, Merek-Merek Besar Desak AS Tolak Mobil China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah produsen otomotif besar AS, termasuk General Motors, Ford, Toyota, dan Volkswagen, mendesak pemerintah AS untuk melarang impor kendaraan, perangkat lunak, dan perangkat keras otomotif asal China. Desakan disampaikan melalui Aliansi untuk Inovasi Otomotif (AAI), yang khawatir akan dominasi produsen China di pasar kendaraan listrik global. AAI meminta Kongres menyelesaikan undang-undang larangan ini sebelum akhir masa sidang tahun ini.
Pada 22 Juli lalu, Komite Perdagangan Senat AS menyetujui rancangan undang-undang terkait keamanan kendaraan terhubung yang mengusulkan larangan terhadap kendaraan dari produsen China dengan kepemilikan China sebesar 15 persen atau lebih. RUU ini masih membutuhkan persetujuan penuh Senat. AAI juga mendorong larangan terhadap otorisasi khusus untuk produsen seperti BYD, Chery, dan SAIC Motor yang diduga mendapat subsidi dari pemerintah China.
John Bozzella, presiden AAI, menyatakan bahwa langkah ini penting sebagai respons terhadap strategi ekspansi China di industri otomotif global. Larangan yang diajukan mencakup produksi, penjualan, dan impor kendaraan terhubung ke AS, sekaligus mencerminkan kekhawatiran industri otomotif AS terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh penguatan produsen China.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 06.17
Volkswagen Terpaksa Mengambil Keputusan Paling Pahit
Berita terkait
Tak Sekadar Penjualan, TKDN Bakal Jadi Dasar Insentif Mobil Listrik
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 13.01
Tak Sekadar Rakit Mobil, BYD Ditantang Bangun Rantai Pasok Lokal
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 09.34
Dreame Hentikan Project Starry Sky dan Keluar dari Industri Kendaraan Listrik
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 22.15
Tiba-Tiba AS Pindahkan Kapal Induk dari Dekat RI, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 21.30