Pekerja Migran RI Jadi Pejuang Devisa, Menteri P2MI Beri Bukti Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah melalui program Asta Mandala SMK Go Global menyiapkan 500.000 pekerja migran Indonesia untuk ditempatkan di luar negeri hingga 2029. Program ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan bertujuan meningkatkan devisa negara serta memperluas kesempatan kerja. Menteri P2MI Mukhtarudin menjelaskan, pelatihan diberikan berdasarkan permintaan tenaga kerja dari negara tujuan melalui job order yang diverifikasi perwakilan Indonesia di luar negeri. Sektor prioritas meliputi caregiver, manufaktur, welder, konstruksi, transportasi, hospitality, perawat, agrikultur, hingga wellness therapist. Negara dengan kebutuhan terbanyak adalah Malaysia, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Turki, dan Jerman. Program mengedepankan mekanisme 'latih, kompeten, tempatkan' dengan KPI berupa penempatan pekerja, bukan sekadar pelatihan. Target utama program adalah sukses remitansi untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja migran dan keluarganya sekaligus memperbesar sumbangan devisa negara. Menurut data Bank Indonesia, remitansi pekerja migran menyumbang 11% dari cadangan devisa nasional. Remitansi tidak hanya meningkatkan daya beli keluarga di daerah, tetapi juga mendanai pendidikan anak, pengobatan keluarga, perbaikan rumah, dan pembentukan usaha. Dengan demikian, pekerja migran dianggap sebagai 'pahlawan devisa' karena kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Bagikan
Berita terkait
Tim SAR Cari 3 Korban Kapal Pekerja Migran Tenggelam di Pulau Rupat
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 11.50
Rp 170 Triliun Tak Lagi Dipakai Impor Solar, B50 Dianggap Berhasil Menghemat Devisa Negara
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 09.30
Prabowo Ungkap Keberhasilan B50, Pakar: Devisa tak Terkuras oleh Impor BBM Lagi
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 22.24
Kemdiktisaintek dan Bappenas Siapkan Program untuk Lulusan Sarjana Masuk Dunia Kerja Global
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.01