Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Belajar Gunakan Senjata Api dari Medsos

Seorang siswa laki-laki berusia 14 tahun di SMA Debsirin Nonthaburi, Thailand, menembak dan menewaskan delapan orang serta melukai sedikitnya 22 orang pada 7 Agustus 2026. Pelaku pertama kali menembak kakek (73 tahun) dan neneknya (74 tahun) di rumah menggunakan pistol 9 milimeter milik kakeknya yang terdaftar legal, kemudian membawa senjata dan peluru ke sekolah menggunakan bus. Di sekolah, ia menembak para guru dan siswa sebelum bunuh diri sekitar pukul 10.40. Korban tewas terdiri dari lima guru, kakek-nenek pelaku, dan seorang pelajar yang meninggal akibat luka.

Kepolisian Thailand menyatakan pelaku mempelajari cara menggunakan senjata api dari media sosial dan mengonsumsi konten kekerasan daring. Remaja ini juga menghadapi tekanan studi, konflik dengan teman sebaya, serta masalah keluarga—orang tuanya telah bercerai dan ia tinggal bersama kakek-neneknya. Meski dikenal sebagai murid berprestasi tanpa riwayat agresif, polisi menemukan indikasi perencanaan dalam aksinya.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul berjanji memperketat Undang-Undang Pengendalian Senjata usai insiden ini. Thailand memiliki tingkat kepemilikan senjata sipil tertinggi di Asia Tenggara dengan sekitar 10,3 juta senjata di masyarakat, empat juta di antaranya ilegal. Ini merupakan penembakan sekolah kedua di Thailand tahun 2026, menyoroti soal akses mudah terhadap senjata api di negara tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait