Pemakaman Mladic Jadi Ujian Politik Jelang Pemilu Serbia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ribuan warga Beograd menghadiri pemakaman Ratko Mladic, mantan komandan tentara Serbia Bosnia yang dihukum seumur hidup atas genosida Srebrenica. Meskipun tidak hadir, Presiden Aleksandar Vucic memberikan penghormatan militer dan membela prosesi tersebut dari kritik Uni Eropa, yang menilai pemuliaan penjahat perang bertentangan dengan nilai-nilai Eropa.
Peristiwa ini terjadi menjelang pemilu parlemen Serbia yang diperkirakan berlangsung 25 Oktober. Pengamat menilai Vucic memanfaatkan sentimen nasionalisme dari pemakaman Mladic untuk memperkuat citra patriotik guna menghadapi tantangan dari gerakan mahasiswa anti-pemerintah. Saat ini, dukungan antara partai penguasa dan oposisi diperkirakan cukup seimbang di angka 40 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 09.15
Siapa Ratko Mladic? Komandan Militer Paling Kejam dan Memimpin Perang yang Menewaskan 100.000 Warga Muslim Bosnia
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 05.55
Ribuan Warga Serbia Hadiri Pemakaman Penjahat Perang Ratko Mladic di Beograd
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 19.41
Budi Arie Perjelas Pernyataannya Soal Pemilu Dipercepat: Politik itu kan art of possibility
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 16.05
Respons Pernyataan AHY, Gerindra Tegaskan Fokus Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo
Berita terkait
Sindiran PSI ke Denny Indrayana: Sayembara Politik Itu Mimpi Siang Bolong
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 15.30
Bukan MK, PSI Ungkap yang Bisa Batalkan Gibran Sebagai Wapres
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 15.00
Ada Sinyal AHY Maju Pilpres, Gerindra Bilang Begini
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 09.20
Sikap Pemerintah Jerman yang Anti-Rusia Dorong Kemenangan Besar bagi AfD
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 03.30