Pembangkit Nuklir Diramal Bisa Menyumbang 14,2% Listrik di RI
CNBC Indonesia± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) merencanakan PLTN kontribusi 14,2% terhadap pasokan listrik nasional pada 2060, setara dengan 276 TWh. PLTN pertama dioperasikan pada 2032 dengan kapasitas awal 500 MW, meningkat menjadi 35 GW pada 2060. Pemerintah fokus pada teknologi Small Modular Reactor (SMR) untuk fleksibilitas penempatan di daerah terpencil. Regulasi dan infrastruktur pengawasan dibangun sejak awal untuk memastikan keselamatan.
Bagikan
Berita terkait
Tak Cuma di Darat, Pembangkit Nuklir Bisa Dibangun Terapung
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.45
RI Diramal Punya Pembangkit Nuklir Pertama Tahun 2032, Ini Bocorannya
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.40
Media Asing Soroti Rencana Proyek Nuklir RI di Pulau Tak Berpenghuni
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 08.00
Gelar Road Show Berani Bicara Nuklir di ITB, GTI Dukung Pembangunan PLTN yang Transparan
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 16.02