Pemecatan Kevin Lamour oleh FIFA Picu Kritik Keras dari UEFA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

FIFA memecat Kevin Lamour dari jabatannya sebagai Chief Operating Officer (COO) pada 17 Agustus, dua minggu setelah Lamour merilis pernyataan kritik terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terkait rencana penjualan saham kompetisi kepada investor swasta melalui skema Fifa Forward Enterprise (FFE). Lamour menuduh administrasi Infantino telah "ditipu" dan menyebut skema tersebut sebagai "proyek satu orang". FIFA kemudian membatalkan rencana penjualan tersebut pada 1 Agustus. Pada hari yang sama, penasihat senior Carlos Cordeiro juga mengundurkan diri, menambah tekanan terhadap Infantino. Wakil Presiden UEFA Laura McAllister membuka pelukan terbuka bagi Lamour, menyebutnya sebagai pemimpin yang berprinsip dan berani melindungi nilai-nilai sepak bola. McAllister menilai pemecatan Lamour mengirimkan "pesan yang sangat mengkhawatirkan" dan merusak upaya reformasi budaya di FIFA. Gelombang penolakan terhadap Infantino terus berkembang, dengan empat asosiasi sepak bola di Britania Raya dan Irlandia menyatakan tidak akan memberikan dukungan untuk pemilihan kembali Infantino pada 2027. UEFA, AFC, dan Concacaf juga menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Infantino. Meskipun kritik terus mengalir, Infantino masih diyakini memiliki dukungan mayoritas dari para eksekutif senior FIFA dalam pertemuan terbaru di Maroko.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 09.38
Israel Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027
Berita terkait
UEFA: Pemecatan Kevin Lamour Bentuk Pembungkaman FIFA
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.08
Wakil Presiden FIFA Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.16
FIFA Pecat Pejabat yang Kritik Rencana Komersial Gianni Infantino
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.18
Petinggi FIFA Kevin Lamour Dipecat usai Menentang Gianni Infantino
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.48