Pemerintah Klaim Investor Antre Masuk ke Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Klaim Investor Antre Masuk ke Indonesia. Pemerintah menyatakan adanya minat investor yang tinggi untuk masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Jawa Tengah. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa tingkat pemanfaatan lahan di kedua kawasan tersebut telah mencapai 100 persen, sehingga pemerintah sedang mengajukan perluasan dan pengembangan kawasan untuk mengakomodir antrean investor yang ada.
Menurut Susiwijono, kondisi penuhnya lahan di KEK Kendal dan KITB ini menunjukkan potensi investasi di Jawa Tengah yang masih sangat besar, khususnya pada sektor manufaktur. Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Jawa Tengah, yakni sebesar 33,18 persen.
Pemerintah juga melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,80 persen pada semester I 2026 secara comulative to comulative (c-to-c). Pengembangan investasi dan industri pengolahan dianggap sebagai faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 07.30
Meneropong Prospek Harga Emas Pekan Ini Usai Pidato Ketua The Fed
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 03.00
Kejar Investasi Sektor Olahraga, RI Dinilai Bisa Contoh Inggris hingga AS
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 16.45
Harga Emas Antam Anjlok dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 15.45
Proyeksi Harga Emas Sepekan Ke Depan: Cek Potensi Penguatan dan Pelemahan
Berita terkait
Investasi Rp19,07 Triliun Berpotensi Masuk Jateng dari CJIBF 2026
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.03
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.53
Ekonom Bagi Jurus Ekonomi Tembus 8%, Jaga Konsumsi-Dorong Manufaktur
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.45
HKI: Pengembangan kawasan industri di Madura buat pusat ekonomi baru
ANTARA News · 6 Agustus 2026 pukul 07.25