Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Maroko Bantah Tuduhan Terkait Gelombang Migran ke Ceuta

Pemerintah Maroko memberikan tanggapan resmi pertamanya terkait gelombang ribuan migran yang memadati Ceuta, enklave Spanyol di Afrika Utara. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Maroko menyatakan arus kedatangan itu spontan, bukan terorganisasi, dan dipicu oleh penyebaran informasi palsu di internet, aktivitas penyelundup manusia, serta penafsiran keliru atas putusan pengadilan Spanyol yang mempersulit pemulangan migran. Pemerintah Maroko menegaskan tetap bekerja sama dengan Spanyol dalam memerangi migrasi ilegal.

Data jumlah migran berbeda antara kedua negara. Maroko menyebut sekitar 40.000 orang berusaha mencapai Ceuta dan 1.100 lainnya mencoba masuk Melilla. Spanyol memperkirakan 50.000 hingga 60.000 migran sempat masuk Ceuta sebelum kembali. Soal korban jiwa, Maroko melaporkan 11 tewas, sementara Spanyol menyebut setidaknya 72 migran meninggal, banyak yang tenggelam saat berenang menuju wilayah itu.

Penyebab pasti masih belum jelas. Banyak pihak menduga Maroko sengaja membiarkan atau memicu gelombang ini untuk menekan Spanyol. Rekaman video menunjukkan aparat Maroko pasif saat ribuan orang melintas. Kebijakan migrasi Spanyol yang melegalkan status tinggal migran ilegal dan putusan pengadilan yang mempersulit penolakan juga dinilai menumbuhkan harapan keliru. Para duta besar Uni Eropa dijadwalkan bertemu di Brussel untuk membahas respons dan penguatan perlindungan perbatasan luar UE.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait