Pemerintah Terus Perkuat Pasar Kerja agar Kompetensi Naker Sesuai Kebutuhan Industri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah terus memperkuat pasar kerja agar kompetensi tenaga kerja semakin sesuai dengan kebutuhan industri, guna mengatasi kesenjangan antara keterampilan pekerja dan tuntutan dunia usaha yang terus berkembang. Pasar kerja saat ini lebih mencari keterampilan (skills), dan pendekatan Skills First dianggap kunci untuk tetap kompetitif. Menurut Yassierli, kebutuhan industri berubah semakin cepat, sementara ketersediaan tenaga kerja terampil belum mampu mengimbangi. Lebih dari 80 persen perusahaan di berbagai negara masih kesulitan mendapatkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. Selain itu, sekitar 36 persen pekerja mengalami mismatch, yaitu ketika kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Ia menambahkan bahwa pendidikan formal dan kualifikasi akademis di atas kertas tidak lagi menjadi jaminan mutlak kompetensi nyata seseorang. Pernyataan ini disampaikan dalam dialog Rapat Kerja Koordinator Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (4/8). Pemerintah bekerja sama dengan APINDO untuk menerapkan pendekatan berbasis keterampilan, agar pasar tenaga kerja lebih responsif terhadap perubahan industri.
Bagikan
Berita terkait
43 Ribu Orang Kena PHK, Pengusaha Beber Alasannya
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 12.03
Biang Kerok PHK Tembus 53.000 Orang Versi Buruh & Pengusaha
Detik.com · 27 September 2026 pukul 06.25
Sekolah Rakyat Siapkan Opsi Lulusan Jadi Tenaga Terampil Sesuai Minat dan Bakat
kumparan · 7 September 2026 pukul 11.45
Membanggakan, Hanger Buatan Indonesia Siap Menghiasi Rantai Pasok Global
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 10.09