Pemprov DKI libatkan lintas lembaga susun Indeks Demokrasi 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik, akademisi, lembaga penelitian, dan organisasi masyarakat sipil untuk menyusun Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2026, bertujuan menghasilkan penilaian yang transparan. Tri Kurnia Prihatono dari Kesbangpol DKI menyatakan IDI adalah parameter bersama untuk mengukur perkembangan demokrasi di semua provinsi, dengan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Jakarta mencatat skor IDI tertinggi secara nasional selama lima tahun berturut’turut (2017‑2021) dengan nilai 82,08–84,73, namun peringkatnya turun menjadi kedua (2023), kelima (2024), dan kedelapan (2025), meski tetap berada di kategori tinggi dan di atas rata‑rata nasional. Dalam Focus Group Discussion pada 4 Agustus, pemangku kepentingan diundang memberikan masukan untuk mengevaluasi hasil IDI 2025 dan memperkaya penyusunan IDI 2026 yang menargetkan skor 85,78. Kadarmanto dari BPS DKI menekankan bahwa peningkatan kualitas demokrasi memerlukan keterbukaan informasi publik yang lebih kuat, peninjauan kebijakan penyampaian pendapat di muka umum, dan pendidikan demokrasi yang menjangkau pelajar, komunitas lokal, pemilih pemula, organisasi kemasyarakatan, serta kelompok masyarakat lainnya agar memahami hak, kewajiban, dan peran mereka dalam kehidupan demokratis.
Bagikan
Berita terkait
Bukan Tambah Anggaran, Pemerintah Harus Bongkar Ulang Rp824 Triliun untuk Sekolah Gratis
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 17.46
The Kertanegara Dorong Penguatan Kapasitas Generasi Muda hingga Ketahanan Nasional
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.08
Pengamat: Illicit Enrichment dalam RUU Perampasan Aset Harus Diatur Hati-hati
kumparan · 26 September 2026 pukul 11.48
Organda Usulkan Cuma Angkutan Umum yang Berhak Isi BBM Subsidi
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.30