Pemprov Kalsel Mendorong Pendidikan Pesantren yang Adaptif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong pengembangan pendidikan pesantren yang adaptif, sekaligus menjaga jati diri dan nilai keagamaan yang kuat. Menurut Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Fahrurazi, pesantren dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks akibat perubahan sosial cepat, pengaruh media sosial, dan isu kesehatan mental remaja. Pendekatan pembelajaran tetap harus berlandaskan kasih sayang, penghormatan, musyawarah, dan keteladanan agar proses adaptasi tidak menghilangkan karakter pesantren.
Pesantren di Kalsel diakui memiliki peran strategis dalam pembentukan sumber daya manusia, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai lingkungan yang membentuk ilmu, akhlak, kemandirian, dan karakter generasi muda. Fahrurazi menyampaikan bahwa terdapat sekitar 333 pondok pesantren di Kalsel dengan 5.784 ustaz dan 81.289 santri, menunjukkan potensi besar yang dapat dimaksimalkan untuk pembangunan SDM di wilayah tersebut.
Untuk mendukung pengembangan pesantren, Pemprov Kalsel siap memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Kementerian Agama, pesantren, ulama, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat. Sinergi ini bertujuan agar pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam literasi, teknologi, keterampilan, kesehatan, dan perlindungan anak, agar para santri siap menghadapi dinamika zaman dengan landasan nilai yang kokoh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 12.34
Taj Yasin Tekankan Pentingnya Padukan STEM dengan Nilai Pesantren
Berita terkait
Santri Putri Punya Cita-cita Jadi Dokter hingga Pemimpin, Ini Pesan Rustini Muhaimin
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 21.20
Bentuk Ditjen Pesantren, Menag Soroti Anggaran 42 Ribu Ponpes Belum Sepadan
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 19.43
Presiden tiba di syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor
ANTARA News · 19 September 2026 pukul 11.00
Pemerintah Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar 2026
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.32