Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemprov Kalsel Mendorong Pendidikan Pesantren yang Adaptif

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong pengembangan pendidikan pesantren yang adaptif, sekaligus menjaga jati diri dan nilai keagamaan yang kuat. Menurut Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Fahrurazi, pesantren dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks akibat perubahan sosial cepat, pengaruh media sosial, dan isu kesehatan mental remaja. Pendekatan pembelajaran tetap harus berlandaskan kasih sayang, penghormatan, musyawarah, dan keteladanan agar proses adaptasi tidak menghilangkan karakter pesantren.

Pesantren di Kalsel diakui memiliki peran strategis dalam pembentukan sumber daya manusia, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai lingkungan yang membentuk ilmu, akhlak, kemandirian, dan karakter generasi muda. Fahrurazi menyampaikan bahwa terdapat sekitar 333 pondok pesantren di Kalsel dengan 5.784 ustaz dan 81.289 santri, menunjukkan potensi besar yang dapat dimaksimalkan untuk pembangunan SDM di wilayah tersebut.

Untuk mendukung pengembangan pesantren, Pemprov Kalsel siap memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Kementerian Agama, pesantren, ulama, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat. Sinergi ini bertujuan agar pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam literasi, teknologi, keterampilan, kesehatan, dan perlindungan anak, agar para santri siap menghadapi dinamika zaman dengan landasan nilai yang kokoh.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait