Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemulihan Solok Dikebut, Fokus Sektor Infrastruktur dan Pangan

Kabupaten Solok menerima Transfer ke Daerah senilai Rp144 miliar untuk mempercepat pemulihan pasca bencana. Realisasi terbaik tercatat di bidang kesehatan, mencapai 91 persen dari alokasi lebih dari Rp6 miliar, diikuti pemulihan ekonomi dengan serapan 57 persen dari Rp45 miliar. Namun, realisasi bidang pendidikan dan infrastruktur masih rendah, masing-masing baru 6-7 persen dan 6,7 persen dari alokasi lebih dari Rp88 miliar. Kepala Posko Nasional Satgas PRR Wahyu Bintono Hari Bawono menjelaskan rendahnya serapan disebabkan proses penyesuaian harga satuan Rencana Anggaran Biaya yang belum tuntas, sehingga mendorong percepatan masuk tahap pengadaan.

Satgas PRR juga menangani kebutuhan relokasi 259 keluarga terdampak di Kabupaten Solok, termasuk pengajuan 199 unit hunian baru dan legalitas 50 unit Rusun Nelayan. Penanganan sedimentasi di Sungai Sawah diperkuat untuk mencegah kerusakan lahan pertanian, dengan dukungan alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum. Di Kota Solok, banjir bandang dan longsor akhir 2025 berdampak pada 2.978 keluarga dengan kerusakan 14 km jalan, 11 titik irigasi, 292 fasilitas UMKM, dan empat sistem air minum. Proyek pengendalian banjir Batang Gawan dan Batang Lembang senilai Rp170 miliar mulai memasuki masa tender.

Selain itu, 115 hektare sawah terdampak menjadi agenda mendesak akibat kerusakan tanggul dan sedimentasi. Satgas PRR bersama Pemerintah Kota Solok menyiapkan skema pompanisasi darurat, didukung pengadaan bibit cadangan dan pompa air berskala besar bersama Kementerian Pertanian untuk mencegah gagal panen.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait