Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Kebut Pemulihan Infrastruktur dan Pangan di Solok Raya

Pemerintah Indonesia mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok dan Kota Solok, Sumatra Barat, dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, hunian tetap, pengendalian banjir, dan pemulihan lahan pertanian. Prioritas ini diungkapkan dalam monitoring oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) pada 13 Agustus, dengan mendorong realisasi anggaran yang sudah tersedia agar manfaatnya cepat dirasakan warga.

Di Kabupaten Solok, dana transfer ke daerah mencapai Rp144 miliar. Realisasi tertinggi adalah bidang kesehatan (91%), diikuti ekonomi (57%), sementara pendidikan dan infrastruktur baru sekitar 6-7%. Keterlambatan infrastruktur disebabkan proses penyesuaian harga satuan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang belum tuntas, menghambat lelang dan pekerjaan fisik. Selain itu, kebutuhan relokasi 259 keluarga dengan rusak berat perlu ditangani, dengan kuota hunian tetap awal 60 unit dan pengajuan tambahan 199 unit.

Di Kota Solok, banjir bandang November 2025 berdampak pada 2.978 keluarga, merusak infrastruktur seperti jalan, sungai, dan irigasi. Proyek pengendalian banjir senilai Rp170 miliar memasuki tahap tender, sementara pemulihan 115 hektare sawah mendesak untuk mencegah gagal panen dengan upaya pompanisasi darurat dan dukungan bibit.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait