Penambang Ilegal Dibantu China Keruk Tambang Emas RI Pakai Eksavator
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penambangan ilegal emas di Sangihe, Sulawesi Utara, melibatkan investor China dan oknum lokal. Mereka mengoperasikan 20-50 ekskavator serta truk, menambangkan emas senilai Rp 200 miliar dalam 5-6 bulan tanpa membayar pajak. Hasil penambangan masif ini mengganggu operasi PT Tambang Mas Sangihe (TMS), pemegang kontrak karya resmi sejak 1997. TMS telah menginvestasikan Rp 200 miliar untuk pengembangan dan Rp 30 miliar untuk persyaratan izin, namun belum bisa beroperasi. Jika izin diterbitkan, TMS diperkirakan akan membayar Rp 1 triliun pajak pada tahun kedua dan ketiga. Konsesi TMS luas 42.000 hektar dengan potensi 266.000 ons emas gabungan hingga 2027.
Bagikan
Berita terkait
Mendes Yandri Susanto Pimpin Penutupan Tambang Ilegal di Serang
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 00.03
Heboh! Polda Riau Geledah Toko Emas di Pasar Syariah Ulul Albab
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.32
Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Merosot Rp 5.000, Cek Rincian di Sini
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 09.55
Harga Emas Antam Makin Menciut!
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 09.44