Pendidikan untuk Kemerdekaan, Perjuangan Lawan Kebodohan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel Detik.com membahas konsep pendidikan yang tidak hanya menekankan pada pendidikan karakter, tetapi juga pada pembebasan jiwa dan pemahaman kritis tentang dunia. Menurut artikel, banyak sistem pendidikan saat ini masih menggunakan pola pikir era revolusi industri, yang menghasilkan siswa yang siap mengikuti status quo tanpa pemahaman mendalam atau kemampuan berempati. Pendidikan, menurut artikel, seharusnya membekalkan warga negara yang mampu memperjuangkan keadilan, menghapus kebodohan, dan menciptakan dunia yang lebih damai dan baik. SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) dijadikan contoh pendidikan yang menerapkan pendekatan inovatif melalui Program Kebhayangkaran, yang menggabungkan disiplin, refleksi, dan pembelajaran kritis. Kurikulum di SMA KTB menggabungkan Kurikulum Nasional dengan International Baccalaureate Diploma Program (IBDP), serta menekankan pada kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan anti-status quo. Siswa didorong untuk tidak hanya menghafal fakta, tetapi juga mengajukan solusi melalui proyek penelitian dan melibatkan ilmu pengetahuan sebagai konstruksi sosial yang dapat dikritisi. Kepedulian sosial melalui advokasi dan pelayanan juga menjadi bagian penting dari kurikulum, dilatih sebagai sarana pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti manajemen diri, komunikasi, dan kolaborasi.
Bagikan
Berita terkait
Imbas Ratusan Korban Keracunan MBG, BGN Copot Kepala SPPG Batang Bawang!
JawaPos · 24 September 2026 pukul 21.00
Pengacara Yaqut Ungkap Skema Kuota Haji 50:50 Dibahas usai Arahan Jokowi
JawaPos · 24 September 2026 pukul 21.00
Polda Jatim Temukan Transaksi Rp3,1 Triliun di Rekening Pelaku Penipuan Investasi
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 21.00
Lewat Local Hero ENSIA 2026: SUCOFINDO Beri Apresiasi Para Penggerak Inovasi
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 21.00