Peneliti Jepang Temukan Bakteri Sungai yang Mampu Kurangi PFAS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim peneliti Universitas Kobe, Jepang, menemukan strain bakteri dari sedimen Sungai Samondo, Osaka, yang mampu menurunkan konsentrasi PFOS dan PFOA, dua jenis PFAS. Bakteri tersebut menggunakan proses adsorpsi untuk menempelkan PFAS pada selnya, menurunkan konsentrasi secara signifikan pada uji coba dengan cairan limbah industri. Penelitian ini diumumkan dalam Journal of Water Process Engineering (Agustus 2024) dan menunjukkan potensi penggunaan bioremediasi PFAS dengan biaya lebih rendah dibandingkan teknologi konvensional. Jepang telah melarang produksi dan impor PFOS serta PFOA dengan beberapa pengecualian.
Bagikan
Berita terkait
Dampingi Menteri LH Cek Karhutla di Kampar, Kapolda Paparkan Dashboard Green Policing
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 17.08
Tsunami Dianggap Sepele, 18.500 Orang Meninggal Seketika
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.00
Presiden Gunakan Rantis Maung MV3 Menuju Lokasi Rapat Penanggulangan Karhutla
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 14.18
Kapolda Riau Dampingi Menteri LH dan Prof Bambang Hero Cek Karhutla Kampar
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 13.43