Peneliti Jepang Temukan Bakteri yang Mampu "Melahap" PFAS Bahan Kimia Abadi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim peneliti Universitas Kobe, Jepang, menemukan beberapa jenis bakteri di sedimen sungai yang tercemar PFAS (per and polyfluoroalkyl substances) di Sungai Samondo, Osaka. Bakteri ini mampu mengurangi konsentrasi PFOS dan PFOA, dua jenis PFAS yang stabil dan sulit terurai karena ikatan karbon-fluorin yang kuat. PFAS menyebar di alam, terakumulasi di air dan tanah, serta ditemukan di fasilitas militer dan industri. Bahan ini digunakan dalam produk seperti tekstil dan busa pemadam kebakaran. Jika dapat ditumbuhan dan diterapkan, bakteri ini menawarkan solusi biaya lebih rendah untuk dekontaminasi PFAS. Hasil penelitian dipublikasikan dalam Journal of Water Process Engineering (Agustus 2026).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 15.45
Peneliti Jepang Temukan Bakteri Sungai yang Mampu Kurangi PFAS
Berita terkait
Nelayan di Natuna Kesulitan Melaut Gara-gara Kabut Asap Pekat Karhutla
CNN Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 13.20
Perluas Gerakan Penghijauan, Nusa Jaya Penanaman Pohon di Sejumlah Wilayah
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 21.01
Presiden Prabowo pimpin rapat penanganan Karhutla di Kalimantan
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 20.38
Setelah Mitigasi Karhutla di Riau, Besok Menteri Jumhur Terbang ke Kalimantan
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 20.24