Data Center AI Buang Limbah Beracun yang Tak Bisa Dihancurkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pusat data AI memicu peningkatan limbah bahan kimia abadi (PFAS) yang tidak dapat terurai secara alami. Zat ini digunakan secara luas pada sistem pendingin, chip AI, papan sirkuit, sistem pemadam kebakaran, dan pelapis kabel. Karena operasional yang nonstop, komponen cepat rusak dan sering diganti, sehingga limbah PFAS terakumulasi di lingkungan dan masuk ke rantai makanan manusia yang berisiko bagi kesehatan.
Selain PFAS, pusat data juga menimbulkan polusi lain, seperti tumpahan 5.000 galon bahan bakar diesel di fasilitas Equinix, New Jersey. Para ahli mendesak regulator pemerintah untuk segera bertindak karena dampak polusi dan beban jaringan listrik dari pusat data melampaui batas wilayah administrasi kota dan tidak bisa ditangani secara parsial.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 September 2026 pukul 09.20
Ekspansi Data Center AI di AS Picu Perlawanan Warga
JawaPos · 18 September 2026 pukul 21.15
Microsoft Sebut Lebih Banyak Data Center Harus Dibangun di Inggris untuk Menggerakkan Ekonomi
Berita terkait
Alasan Tidak Ikut Tren Viral AI di Media Sosial, Bawa Petaka Besar
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 07.10
Ramai-Ramai Warga Tolak Data Center, Pemerintah Akhirnya Menyerah
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.00
Kapasitas Pusat Data RI Diproyeksi Tembus 1,6 GW pada 2027
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.45
Kiamat Air Gara-Gara AI: Mitos atau Fakta?
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 07.26