Penerapan Ganjil-Genap Gajah Mada hingga Kota Tua Dievaluasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4962576/original/061641700_1728346148-WhatsApp_Image_2024-10-08_at_00.06.54_d92272c6.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mengevaluasi kembali kebijakan ganjil-genap di Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, hingga Kota Tua. Kebijakan ini dikenzelorasikan setelah mendapat keluhan dari pusat perbelanjaan dan dipengaruhi oleh proyek pengerjaan MRT yang menyebabkan kemacetan. Pramono menyatakan akan membuat keputusan segera apakah kebijakan masih perlu diterapkan, mempertimbangkan progres pengerjaan MRT yang diproyeksikan selesai tahun 2027. Sementara itu, Dinas Perhubukan DKI Jakarta juga sedang menilai kembali penerapan ganjil-genap secara keseluruhan selama 10 tahun, termasuk dampaknya terhadap kemacetan dan sektor ekonomi, serta mempertimbangkan permintaan relaksasi dari masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Dishub DKI Kaji Ulang Kebijakan Ganjil Genap, Ada Usulan Lebih Fleksibel
Detik.com · 27 September 2026 pukul 12.07
10 Tahun Ganjil Genap, DPRD Minta Dampak Ekonomi Jadi Bahan Evaluasi
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 15.38
Pramono Kaji Ulang Penerapan Ganjil Genap di Jl Gajah Mada dan Hayam Wuruk
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 10.06
Ganjil-Genap DKI Dievaluasi, Dampak Kemacetan dan Ekonomi Disoroti
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 16.12