Pengakuan Bos Ritel: Harga Barang Sudah Naik 5-10% Akibat Dolar Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengakui harga sejumlah barang impor sudah naik 5% hingga 10% akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan harga sudah berlangsung sejak satu hingga dua bulan terakhir dan terutama berdampak pada produk-produk impor. Ia menyatakan bahwa jika nilai dolar turun, harga barang impor diperkirakan akan mengikuti.
Meski omzet penjualan masih meningkat, pelaku usaha ritel menghadapi penurunan profit karena berbagai biaya naik. Strategi yang dilakukan antara lain menekan kenaikan harga melalui diskon dan efisiensi, termasuk pemanfaatan teknologi. Pelemahan rupiah juga menggerus margin keuntungan karena pelaku usaha berusaha menjaga harga jual tetap stabil di tingkat konsumen.
Hippindo menilai yang paling dibutuhkan bukan kurs pada level tertentu, melainkan kestabilan nilai tukar agar perusahaan dapat menghitung harga jual dengan lebih pasti. Kestabilan kurs menjadi kunci bagi pelaku usaha dalam menentukan strategi penetapan harga ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 15.53
Rupiah Ditutup Bangkit ke Rp17.896 per Dolar AS Sore Ini
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 13.48
Cadangan Devisa RI per Juli 2026 Stagnan di USD145 Miliar, BI Ungkap Pengaruh Domestik dan Global
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.57
Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp17.923 per Dolar AS Sore Ini
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 16.16
Ekonomi RI Kuartal II Tumbuh 5,29%, Rupiah Menguat ke Rp17.933
Berita terkait
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.40
Bambang Brodjonegoro Bilang Rupiah Bisa Kembali Menguat, Ini Wejangan untuk BI
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 03.20
Pasar Sambut Positif Arah Ekonomi Prabowo dalam RAPBN 2027
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 18.46
Rupiah Rp17.500 per dolar AS di RAPBN 2027, Pengamat: Sangat Berat
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 18.37