Bahaya Rupiah Tembus Rp18 Ribu Mengintai Kantong Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh inflasi global, kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$108 per barel, serta tingginya kebutuhan valuta asing importir menjelang akhir kuartal III 2026. Selain itu, kenaikan yield obligasi mendorong arus keluar dana dari pasar negara berkembang.
Pelemahan ini berisiko meningkatkan harga barang domestik karena 71,45% impor Indonesia berupa bahan baku dan penolong (US$116,7 miliar). Dampaknya meliputi kenaikan harga pangan seperti mie, roti, tahu, tempe, serta ayam dan telur. Kondisi ini berpotensi memicu inflasi, menurunkan daya beli masyarakat, dan meningkatkan beban cicilan KPR atau kredit kendaraan jika Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk menstabilkan kurs.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 09.18
Rupiah Dibuka Melemah Rp17.903 per USD, Pasar Soroti Kenaikan Harga Minyak Dunia
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 09.15
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.910 Pagi Ini
JawaPos · 30 September 2026 pukul 07.45
Prediksi Rupiah Hari Ini 30 September 2026: Berpotensi Melemah ke Kisaran Rp 18.030 per Dolar AS
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.30
Banggar Tantang Pemerintah Jaga Rupiah di Rp17.500
Berita terkait
Rupiah Diprediksi Melemah Tembus Rp 18.000 Pekan Ini, Dolar AS Masih Menguat
JawaPos · 27 September 2026 pukul 10.45
Pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan Fed
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 10.37
Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Sorotan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.30
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.08