Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Bahaya Rupiah Tembus Rp18 Ribu Mengintai Kantong Masyarakat

Nilai tukar rupiah melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh inflasi global, kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$108 per barel, serta tingginya kebutuhan valuta asing importir menjelang akhir kuartal III 2026. Selain itu, kenaikan yield obligasi mendorong arus keluar dana dari pasar negara berkembang.

Pelemahan ini berisiko meningkatkan harga barang domestik karena 71,45% impor Indonesia berupa bahan baku dan penolong (US$116,7 miliar). Dampaknya meliputi kenaikan harga pangan seperti mie, roti, tahu, tempe, serta ayam dan telur. Kondisi ini berpotensi memicu inflasi, menurunkan daya beli masyarakat, dan meningkatkan beban cicilan KPR atau kredit kendaraan jika Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk menstabilkan kurs.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait