Pengamat Soroti Tarik-Menarik Kepentingan dalam Polemik Purbaya dan Obligasi Pemprov DKI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Politikus dan analis menyoroti polemik rencana penerbitan obligasi daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pemerintah pusat. Direktur Eksekutif KPPOD Arman Suparman menduga adanya sinyal kepentingan politik, terutama menjelang Pemilu 2029. Ia menyebutkan kemungkinan obligasi DKI dianggap sebagai kompetitor bagi program pembiayaan nasional yang digerakkan oleh Danantara. Namun, Arman menegaskan bahwa anggapan ini tidak cukup untuk membatasi kewenangan pemerintah daerah. Ia meminta pemerintah pusat memberikan parameter yang jelas dan akuntabel untuk menilai kelayakan penerbitan obligasi tersebut, alih-alih hanya mengandalkan pertimbangan politik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Pemprov DKI tidak perlu menerbitkan obligasi jika kondisi keuangan sudah mencukupi. Namun, ia tetap memberi ruang bagi DKI untuk menerbitkan obligasi apabila memang dianggap perlu, sebagai bagian dari otonomi daerah. Purbaya menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tanggung jawab pemerintah daerah.
Sementara itu, Gubernur Anies Baswedibakti Pramono memastikan seluruh sistem pemantauan dan respons terhadap situasi udara di Jakarta tetap berjalan. Ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan DKI untuk segera menerbitkan Surat Edaran sebagai acuan bagi sekolah-sekolah di wilayah ibukota.
Bagikan
Berita terkait
Purbaya Dukung Obligasi Jakarta Rp3,5 T Meski Pertanyakan Urgensinya
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 19.03
Prabowo Mau Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah, Ini Respons Purbaya
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.19
Purbaya Blak-blakan soal Cukai Minuman Manis: Ngapain Saya Pajakin?
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.50
Purbaya Sebut Anggaran BGN Bisa Dipangkas di Bawah Rp 200 Triliun
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 16.00