Pengembang Rumah Subsidi Dituntut Kreatif Hadapi Kenaikan Biaya Material
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengembang rumah subsidi dituntut menjadi lebih kreatif dan efisien menghadapi kenaikan biaya material agar tetap dapat menyediakan hunian berkualitas untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Infiniti Land menekankan perlunya inovasi pembangunan, pengendalian biaya, dan komitmen pada standar kualitas hunian yang berkelanjutan.
Direktur Utama Infiniti Land, Samuel S. Huang, mengungkapkan bahwa membangun rumah bersertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Predikat Utama menambah biaya produksi sebesar 8-12% dibandingkan rumah konvensional. Salah satu proyek yang berhasil memperoleh sertifikasi BGH Predikat Utama dari Kementerian PUPR adalah Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) di Serang, yang melalui proses seleksi, survei, dan studi selama tiga hingga enam bulan.
Penilaian BGH mencakup tujuh aspek: pengelolaan tapak, efisiensi energi, efisiensi air, kualitas udara dalam ruang, penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah. MGK Serang menerapkan kolam retensi seluas lebih dari dua hektare untuk menampung air hujan dan mengurangi risiko banjir, serta menggunakan lampu LED dan desain pencahayaan serta sirkulasi udara optimal untuk efisiensi energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 19.10
Di Depan Mahasiswa UI, Bos Infiniti Land Ungkap Tantangan Raih Sertifikat Bangunan Hijau
Berita terkait
BTN Dorong Rumah Subsidi Tak Sekadar Terjangkau, tapi Juga Layak Huni
JawaPos · 1 September 2026 pukul 03.07
Perluas Penyaluran FLPP, BTN Genjot Kualitas dan Keterhunian Rumah Subsidi
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 20.27
Perkuat Penyaluran FLPP di Jambi, BTN Dorong Kualitas & Keterhunian Rumah Subsidi
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 21.21
Danantara Housing Expo 2026 Buka Hari Ini 27 Agustus, Ada Rumah Rp 380 Juta
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.41