Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran Berpotensi Tekan Emisi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengembangan panas bumi di Gunung Ungaran, Jawa Tengah, berpotensi menekan emisi sektor ketenagalistrikan dan memperkuat pemanfaatan energi rendah karbon. Menurut Eng. Agus Setyawan dari Undip, pembangkit listrik tenaga panas bumi menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti CO2, SOx, NOx, dan partikulat yang jauh lebih rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil.
Selain mengurangi emisi, pemanfaatan panas bumi meningkatkan diversifikasi sumber energi listrik agar tidak bergantung pada satu jenis pembangkit. Untuk menjaga ekosistem, pengelolaan fluida dilakukan melalui proses reinjeksi kembali ke reservoir guna meminimalisir pembuangan limbah berbahaya.
Bagikan
Berita terkait
PLN Buka Suara Soal PLTP Gunung Ungaran, Hormati Aspirasi Masyarakat
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 12.38
ESDM Buka Suara Pengembangan Panas Bumi di Gunung Ungaran
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 12.15
Pemprov Jateng Soal Penolakan PLTP Gunung Ungaran: Tunjukan Panas Bumi yang Merusak
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 11.26
Walhi Jateng Minta Rencana Geotermal Gunung Ungaran Tak Mengabaikan Suara Warga
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.35