Penguatan Price Discovery Penting untuk Membangun Harga Referensi Komoditas Domestik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia perlu memperkuat mekanisme price discovery di dalam negeri untuk membangun harga referensi komoditas yang lebih mencerminkan kondisi pasar nasional, terutama sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia. Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX), Yazid Kanca Surya, menjelaskan bahwa harga referensi kredibel lahir dari transaksi yang transparan, likuid, dan berkesinambungan, melibatkan interaksi penawaran dan permintaan di pasar. Proses ini memerlukan perdagangan aktif melalui bursa dengan kontrak terstandarisasi dan pencatatan transparan agar harga yang terbentuk representatif.
Selama ini, banyak pelaku usaha mengacu pada benchmark internasional sebagai referensi harga, namun Indonesia memiliki peluang untuk menguatkan harga di dalam negeri sehingga mengurangi ketergantungan tersebut. Sebagai gambaran, pada pekan terakhir Juli 2026, harga acuan global Olein yang mengacu pada FPOL Bursa Malaysia Derivatives meningkat 3,52% dari USD1.135 per ton menjadi USD1.175 per ton, menunjukkan dinamika perdagangan minyak sawit. Penguatan price discovery dianggap krusial untuk mencerminkan karakteristik pasar nasional dan memberdayakan ekosistem perdagangan komoditas domestik.
Bagikan
Berita terkait
Calon Bos OJK Sarjito Sebut 3 Tantangan Bursa Mineral RI
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.30
Juli 2026, Transaksi JFX Tembus Rp3.268 triliun
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.02
Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, Cek di Sini
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 08.43
Harga Emas Antam 26 September 2026 Melonjak Rp 23.000
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 11.40